PKSCikBar– Innalillahi wa inna ilaihi raji’iun. Keluarga PKS khususnya dan Indonesia kembali kehilangan tokoh politisi yang saleh. Guru kami,sumber inspirasi yang telah menginspirasi banyak keluraga muslim Indonesia Ustadz Mutammimul Ula, ayah 11 anak yang hafidz Qur’an itu kini telah tiada.
Kabar duka ini disampaikan putra keenam Mutammimul Ula yaitu Ismail Ghulam Hakim.
Innalilahi wa innailaihi raaji’uun
Telah meninggal dunia, berpulang ke rahmatullah , -ayahanda kami tercinta dan tersayang
Bapak Mutammimul Ula, S.H. dalam usia 64 thn di tanggal 14 Ramadhan 1441 H / 7 Mei 2020, pukul 07.56 WI di Rumah Sakit Sentra Medika.
Mohon doa, ridho, maaf dan keikhlasannya semua.
Semoga Khusnul Khotimah

H. Mutammimul Ula, SH lahir pada tanggal 2 April 1956 di Sragen Jawa Tengah. Ia adalah seorang Magister Ilmu Hukum Universitas Indonesia tahun 2007 yang sebelumnya menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Diponegoro tahun 1982. Pada tahun 1977 dia juga menempuh pendidikan di Fakultas Syariah Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Mutammimul Ula adalah salah satu tokoh pendiri Partai Keadilan Sejahtera. Ia menjadi anggota DPR-RI pada periode 1999 – 2004 dan terpilih kembali pada periode 2004-2009.
Dia menikah dengan Dra Hj Wirianingsih, yang juga aktif berdakwah, pendiri Ormas Salimah (Persaudaraan Muslimah) dan juga pernah menjadi anggota DPR RI.
Mereka dikaruniai 11 orang yang luar biasa. Ditengah kesibukan dakwah dan politik, mereka masih bisa mendidik sebelas anaknya menjadi Hafidz Qur’an.
Mutammimul Ula sejak remaja sudah aktif dalam dunia pergerakan. Ia adalah Aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia) Jawa Tengah, 1975-1986 dan menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), 1983-1986.
Secara terpisah, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyatakan duka cita. Almarhum merupakan aktivis dakwah hingga tercatat sebagai salah satu Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) dan pendiri Partai Keadilan dan seorang pendidik andal dalam keluarga.
Hidayat mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. “Semoga Allah karuniakan husnul khatimah untuk hamba-Nya yang sangat baik ini. Dan Allah Rahman Rahim berkenan memasukkan beliau ke surga-Nya al-Jannah, bersama para shalihin dan shiddiiqiin, bersama para awliyaa dan syuhadaa. Dan keluarga serta kami yg ditinggalkan,semoga dikaruniai ridha dan istiqamah untuk lanjutkan dakwah dan perjuangan Beliau. Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu. Alfaatihah,” kata Hidayat mendoakan.



